Jumat, 01 Januari 2016

Sometimes rain brings memory back.



           
Istimewa
              
Hello, Gaypals! Bagaimana hari pertama di tahun 2016? Selalu semangat dan jangan lupa bahagia tentunya.

            Ini tulisan pertama gue di tahun 2016 ini. Gue nulis ini sambil ditemani semilir angin, kebetulan Bandung lagi diguyur hujan. Biasanya hujan datang membawa memori masa lalu bahkan yang hampir terlupa. Dan kali ini gue mau bercerita tentang seseorang yang sekarang entah dimana.

            Bagi pembaca blog ini, pasti selalu lihat di bawah atau di bagian akhir tulisan gue selalu sisipkan “By Geen”. Bagi seorang penulis, ada istilah nama pena, dan sebutlah itu sebagai nama pena gue. Terus apa? Cuma sekedar mencurahkan isi hati, dan bercerita dari mana nama itu berasal. Boleh, kan?

            Ada cerita yang cukup unik, buat gue khususnya, mengenai nama ini. Dulu, gue kenal seseorang dari Grindr. Biasalah awalnya saling mengenalkan diri, dan sebagai seorang gay yang masih belum terlalu terbuka, gue punya nama lain untuk disebut, tidak secara langsung menyebutkan nama asli, simple-nya nama samaran. Kala itu mungkin nama gue terlalu keren, dan dia sedikit bertanya. Singkat cerita akhirnya gue ngasih tahu nama asli gue. Dia bilang, “That’s a good name. Gin, sounds good.” Seperti itulah kira-kira kalimatnya. Gin diambil dari potongan nama gue. Dan pada saat itu setelah dipikir-pikir oke juga. Simple, dan mudah diucapkan. Akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan nama itu sebagai nama pena. Cuma gue ganti cara penulisannya dengan mengganti huruf ‘i’ menjadi double ‘e’.

            Sayangnya, seseorang yang memberi gue nama itu sekarang entah dimana. Seseorang yang memiliki nama, yang satu nada dengan nama yang dia kasih. Kami kenal cukup lama, berbulan-bulan. Namun sebetulnya gue juga bingung, apa yang benar-benar terjadi hingga gue kehilangan kontaknya. Terakhir dia berucap bahwa tahun 2016 akan melanjutkan study-nya ke luar negeri. 

            Di dunia ini kan tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja waktu membawanya ke blog ini, dan jikalau seandainya dia bisa baca ini, gue Cuma mau nanya, “Gimana kabarnya?” dan tentunya memberi ucapan selamat tinggal dan pendidikannya lancar. 

            Hujan masih setia turun, membuat udara semakin dingin. Mungkin dari setiap butir air yang turun lah, kenangan-kenangan ada disitu. Mungkin satu hal yang ingin gue kasih, jikalau kita punya seseorang, teman atau lebih, jangan sampai kehilangan komunikasi. Karena saat waktu memisahkan, tidak ada perantara yang bisa menghubungkannya kembali. Yang tersisa hanya harapan, dan belum tentu kita bisa sabar sampai bisa dipertemukan kembali. Atau sialnya memang benar-benar terpisah. Diingat ya, pals!

            Well, thanks for the name, bud!

By Geen

4 komentar:

  1. Bapeeerrr bapeeerrr hha. Kaya org thailand tau. Namanya sih panjaaang bgt. Satu kata tuh bsa ampe lebih dari 5 suku kata. Jadi ga mungkin kan kalo nama itu dipanggil harus dibaca smuanya. Jadi suka disingkat nama depannya doang. Ten, jut, chon, nam, etc. Org indonesia aja yg namanya satu katanya cuma 3 suku kata, tetep aja diambil 2 atau 1. Apalagi kamu yg punya 3. Tapi kalo dipikir pikir, nama yg kmu sebut sebagai penname ini sok cantik juga ea :p

    BalasHapus
  2. Hahaha. Maklumilah kebaperan yg akut ini.

    BalasHapus
  3. Yoo... Geen right? ini temennya yang diatas.. cerita yang ini sweet juga.. ngomongin hujan dan kenangan.. Kalau pernah nonton V for Vendeta, pasti tahu kalimat ada tuhan dalam hujan. Dan yah.. saya percaya itu.. Salam kenal, maaf kalau SKSD..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thx a lot, Eres Yudha. Salam kenal juga.

      Hapus